
Perempuan Perkasa
Hawa dingin menusuk tulang pagi itu di elevasi 2.200 mdpl. Selepas subuh para ibu-ibu ini sudah berangkat dari rumah mereka di Ngadirejo Temanggung Jawa Tengah untuk bekerja mengangkut batu di lereng gunung Sindoro yang cukup terjal. Mereka angkut batu menuju lokasi ke tempat yang agak rata agar truk bisa menjangkaunya. Rutinitas pagi selepas musim panen tembakau.
LINGKUNGAN
Kasan Kurdi
12/15/2025




















Pagi itu, udara dingin menusuk tulang di ketinggian 2.200 mdpl. Kabut tipis masih menggantung di lereng Gunung Sindoro ketika para ibu-ibu dari Ngadirejo, Temanggung, satu per satu meninggalkan rumah mereka. Mereka berjalan pelan, tapi pasti, membawa batu di tangan dan di punggungnya. Setiap langkah terasa berat, tapi wajah-wajah mereka menunjukkan keteguhan yang tak tergoyahkan.
Di lereng yang terjal itu, mereka mengangkat batu-batu besar menuju tempat yang agak datar, agar truk bisa menjangkau. Rutinitas ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tapi juga strategi untuk menjaga kehidupan keluarga mereka setelah musim panen tembakau. Batu demi batu dipindahkan, tubuh kelelahan, keringat menetes, tapi mereka tetap melanjutkan, seolah menapaki jalan hidup yang sudah mereka kenal sejak lama.
Setiap pagi di sini adalah kisah tentang ketangguhan dan kesabaran. Para ibu-ibu ini tidak hanya mengangkut batu; mereka mengangkat harapan, menapaki kenyataan keras kehidupan di kaki gunung. Di balik kerja keras mereka, terlihat perjuangan yang sunyi namun nyata, cerita tentang komunitas yang tetap bertahan, walau dunia kadang terasa dingin dan tidak adil.
